Ali,salah seorang santri kawak di sebuah pesanren salaf ingin pulang
kerumahnya di Tegal,pesantren untuk sementara di liburkan karena
pengasuh pesantren sedang punya hajatan besar,putri bungsunya akan
melangsungkan pernikahan dengan putra kyai jawa timur.
Menggunakan kereta kaligung Ali pulang sendirian,entah mimpi apa semalam,Ali duduk se-shaf dengan seekor mahasiswi cantik.
Mahasiswi cantik yg tak berhijab melihat gelagak Ali yg sederhana,aneh dan unik membuat mahasiswi cantik itu tertarik dan ingin berkenalan dengannya.
Meski tak jelek Ali cukup rumit untuk di katakan ganteng.
Mahasiswi cantik mengulurkan tangannya dan memulai pembicaraan.
"Nama saya Ely,salam kenal mas"
"Maaf mbak,kenalkan juga nama saya Ali,saya tidak bisa bersalaman dengan mbak."
"kenapa mas?bukan muhrim (mahram) ya?"
"bukan begitu,ibarat saya ini tukang kebun dan mbak adalah seorang ratu,apakah pantas saya berjabat tangan sama mbaknya?"
"ea tidaklah!"jawab mahasiswi cantik itu dengan tegas.
"menyentuh perempuan yg bukan mahram adalah haram,begitulah islam memulyakan perempuan,bagi Islam perempuan ibaratnya seorang ratu"terang Ali
Dari percakapan singkat itu mahasiswi bernama ely ketertarikannya pada Ali semakin membuncah.
Ely memandang Ali secara keseluruhan dan mendapatinya dalam tas Ali yg kebetulan terbuka ada beberapa buku berbahasa arab di tulis di kertas kuning,Ely mafhum,lawan bicaranya adalah ustadz.
"Ustad Ali,saya mau bertanya,kenapa dalam islam perempuan diwajibkan berkerudung?"
"ach,jangan panggil saya ustadz,saya ini masih santri,masih belajar pada kyai dan ustadz pesantren"
Ali tidak langsung menjawab pertanyaan Ely,dia malah sibuk membuka plastik kresek hitam dan mengambil 2 buah rambutan yg dibelinya di stasiun poncol semarang.
Satu buah rambutan dibuka,dah satunya lagi dibiarkan berkulit,yg sudah bukaan ditaruh diatas tangan kanannya,tangan kirinya memegang buah rambutan yg masih berkuli.
Sambil menyodorkan ke Ely,Ali bertanya :
"seumpamanya mbak'e memilih satu dari dua buah rambutan ini,mana yg akan mbak pilih?"tanya Ali
Ely tak tahu maksud Ali tapi dia dengan mudah menjawab:
"tentu saja yg kiri mas,yg masih berkulit"
"nah,buah rambutan yg tertutup pasti lebih berharga daripada yg sudah di kupas,bahkan kalau di jual saya jamin buah rambutan ini tak akan laku"
"maksud mas apa?"cerocos Eli tak mengerti arah pembicaraan.
"seorang perempuan yg berhijab atau tertutup auratnya jauh lebih mahal daripada perempuan yg mengumbar aurat kemana-mana,maaf mbak bukan maksud saya menyindir,"
"Hembt,,,,,"
Ely baru paham dan sependapat dengan Ali,dirinya pun malu karena sampai dewasa masih saja belum berhijab,hatinya berbunga-bunga,mendengar 2 penjelasan Ali yg logis dan simple,menurut Eli,Ali bukanlah santri sembarangan,bahkan dalam benaknya Ely yakin,ustad yg sering muncul di TV masih kalah cerdas dengan Ali.
Sontak tanpa ragu Ely berucap,"mas Ali sudah punya pacar?".
Ali kaget atas pertanyaan Ely barusan,segera dia mengambil sebatang rokok sukun di sakunya dan menyalakannya dengan tangan bergetar,Ali diam dan Khusuk dengan rokoknya,dalam hati bergumam "Alhamdulillah".
Menggunakan kereta kaligung Ali pulang sendirian,entah mimpi apa semalam,Ali duduk se-shaf dengan seekor mahasiswi cantik.
Mahasiswi cantik yg tak berhijab melihat gelagak Ali yg sederhana,aneh dan unik membuat mahasiswi cantik itu tertarik dan ingin berkenalan dengannya.
Meski tak jelek Ali cukup rumit untuk di katakan ganteng.
Mahasiswi cantik mengulurkan tangannya dan memulai pembicaraan.
"Nama saya Ely,salam kenal mas"
"Maaf mbak,kenalkan juga nama saya Ali,saya tidak bisa bersalaman dengan mbak."
"kenapa mas?bukan muhrim (mahram) ya?"
"bukan begitu,ibarat saya ini tukang kebun dan mbak adalah seorang ratu,apakah pantas saya berjabat tangan sama mbaknya?"
"ea tidaklah!"jawab mahasiswi cantik itu dengan tegas.
"menyentuh perempuan yg bukan mahram adalah haram,begitulah islam memulyakan perempuan,bagi Islam perempuan ibaratnya seorang ratu"terang Ali
Dari percakapan singkat itu mahasiswi bernama ely ketertarikannya pada Ali semakin membuncah.
Ely memandang Ali secara keseluruhan dan mendapatinya dalam tas Ali yg kebetulan terbuka ada beberapa buku berbahasa arab di tulis di kertas kuning,Ely mafhum,lawan bicaranya adalah ustadz.
"Ustad Ali,saya mau bertanya,kenapa dalam islam perempuan diwajibkan berkerudung?"
"ach,jangan panggil saya ustadz,saya ini masih santri,masih belajar pada kyai dan ustadz pesantren"
Ali tidak langsung menjawab pertanyaan Ely,dia malah sibuk membuka plastik kresek hitam dan mengambil 2 buah rambutan yg dibelinya di stasiun poncol semarang.
Satu buah rambutan dibuka,dah satunya lagi dibiarkan berkulit,yg sudah bukaan ditaruh diatas tangan kanannya,tangan kirinya memegang buah rambutan yg masih berkuli.
Sambil menyodorkan ke Ely,Ali bertanya :
"seumpamanya mbak'e memilih satu dari dua buah rambutan ini,mana yg akan mbak pilih?"tanya Ali
Ely tak tahu maksud Ali tapi dia dengan mudah menjawab:
"tentu saja yg kiri mas,yg masih berkulit"
"nah,buah rambutan yg tertutup pasti lebih berharga daripada yg sudah di kupas,bahkan kalau di jual saya jamin buah rambutan ini tak akan laku"
"maksud mas apa?"cerocos Eli tak mengerti arah pembicaraan.
"seorang perempuan yg berhijab atau tertutup auratnya jauh lebih mahal daripada perempuan yg mengumbar aurat kemana-mana,maaf mbak bukan maksud saya menyindir,"
"Hembt,,,,,"
Ely baru paham dan sependapat dengan Ali,dirinya pun malu karena sampai dewasa masih saja belum berhijab,hatinya berbunga-bunga,mendengar 2 penjelasan Ali yg logis dan simple,menurut Eli,Ali bukanlah santri sembarangan,bahkan dalam benaknya Ely yakin,ustad yg sering muncul di TV masih kalah cerdas dengan Ali.
Sontak tanpa ragu Ely berucap,"mas Ali sudah punya pacar?".
Ali kaget atas pertanyaan Ely barusan,segera dia mengambil sebatang rokok sukun di sakunya dan menyalakannya dengan tangan bergetar,Ali diam dan Khusuk dengan rokoknya,dalam hati bergumam "Alhamdulillah".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar