Tampilkan postingan dengan label Kombas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kombas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Boled Dan Bodin

Singkong?
Masyarakat Tegal pasti paham makna bodin dan boled,bodin adalah nama lain atau bahasa tegalnya ketela pohon,untuk di makan menurutku bodin lebih sreg di lidah kalau di bakar.
Boled,masih sama-sama ketela,hanya saja boled menunjukan makna agak sedikit berbeda yaitu ketela rambat,boled dagingnya lebih lunak di bandingkan dengan bodin,di kukus maupun di goreng (campur tepung,seperti pisang goreng) boled tetap saja nikmat,apalagi bila di sajikan dengan secangkir teh panas dan sebungkus rokok sampoerna hijau.
Bahan dasar tape jelas bodin,so,jangan salah kaprah pada dua istilah bahasa daerah yg saya gugah dalam wacana ini,kan lucu orang tegal kok ngga bisa membedakan mana bodin dan mana boled.
Ketenaran bodin bagi masyarakat luas jauh di atas boled,bodin alias ketela sering menjadi campuran makanan di negri kita indonesia.
Sebenarnya banyak nama di sematkan pada tumbuhan ini,di tegal saja ketela sudah mempunyai dua nama,bahkan ada yang menyebutnya ubi,singkong,dan ketela.
Artinya apapun nama dan jenisnya ,hakikatnya tumbuhan ini hanya satu,yaitu pada akarnya,entah boled,singkong,ketela,ubi,maupu bodin semuanya sama-sama bisa di makan akarnya.
Bila di korelasikan pada negara kita,keberagaman suku atau nama tak perlu di perdebatkan karena sesungguhnya kita adalah singkong yang sama-sama akar yang menancap di bumi pertiwi indonesia.

Jumat, 20 Desember 2013

Menulis Dengan Hati

Sebenarnya saya sendiri bukan orang yg ahli dalam dunia tulis-menulis,meski menulis sudah menjadi agenda wajib mingguan,artinya dalam satu minggu berjalannya waktu,saya setidaknya menghasilkan karya tulis,entah itu artikel,puisi atau apa kek,yg sebenarnya tak pantas dinilai bagus.
Ini cuma tulisan berbagi pengalaman sepele yg tidak bisa disepelekan.
Nah,pada suatu kesempatan diskusi dalam salah satu grup kepenulisan di facebook,saya penah iseng-iseng agak serius menulis status yg intinya saya minta diajari cara menulis cerpen yg baik juga indah.
Beberapa komentar terlontar,kebanyakan dari mereka anggota grup menganjurkan saya untuk menggunakan teori yg mereka tulis di kolom komentar ,teori cara menulis cerpen yg mudah "katanya",teori yg terlampau bosan saya membacanya,bagaimana tidak?,teori-teori yg disampaikan memang mudah,aku paham tanpa mampu mewujudkannya,teori-teori itu cukup membuatku jenuh.Saya sendiri punya buku 24 jam langsung bisa menulis cerpen,namun pada kenyataannya sampai 24 bulan lebih dari pembeliaan buku tersebut saya belum juga menghasilkan sebiji pun karya bergenre cerpen.
Saya tertarik pada satu komentar yg simpel,tidak panjang dan mudah dipahami,komentar dari siapa saya lupa,yg jelas dia sudah membukakan sedikit pengetahuan seputar menulis,kalau menulis cerpen tak melulu masalh teori,kadang di dunia ini ada sesuatu yg dilakukan tanpa perlu teori,namun tingkat keberhasilannya tidak jauh berbeda dengan menggunakan teori.
Lantas,Apa komentarnya!,"menulislah!!,tak usah kau pedulikan teori yg ribet,cukup dengan hati,menjiwai apa yg ditulis,menulislah!!".Saya tergugah akan komentarnya,benarkah! Batinku,setelah membaca komentarnya lalu saya membuka kembali lembaran-lembaran kertas buku binderku dan menelitinya kembali,mana yg saya tulis saat suasana hati biasa saja dan mana yg saya tulis saat suasana gundah gulana alias galau.
Hasilnya,tulisan yg ditulis saat galau,saya beri kesimpulan lebih enak dibaca daripada yg saat suasana hati biasa-biasa saja,tulisan galauku tidak kaku dan mengalir indah,lentur serta mudah dipahami,sedangkan pada tulisan sebaliknya justru sukar dipahami,terasa berputar-putar tak berujung.
Jadi untuk menulis apapun,selain peralatan yg perlu disiapkan ternyata butuh suasana hati yg galau,yg fokus.Karena orang galau tidak berpikir apa-apa kecuali apa yg membuatnya galau dan bagaimana cara menghilangkannya,bila anda hobby atau sering menulis,berterima kasihlah kepada apa saja yg membuatmu galau.
Orang yg dalam suasana hati biasa,alias tidak galau,biasanya berpikiran hambar seperti tak punya tujuan,yah,karena mereka merasa apa-apa yg membuatnya jadi seperti saat ini adlah tujuannya,saat tujuan sudah tercapai maka pikirannya akan bertambah,berbeda dengan orang galau yg tetap fokus.
Tulisanku ini termasuk tulisan orang dalam suasanan hati biasa saja,ditulis bukan karen kegalauan,melainkan hanya ingin berbagi pengalaman,maka harap maklum kalau tulisannya sulit dipahai,hambar,hampa,berantakan dan semacamnya.
Terima kasih buat orang yg pernah berkomentar dan meyakinkanku bahwa menulis harus pake hati biar lebih berperasaan dan menyentuh.

Jumat, 29 November 2013

Curhat Santri Tentang Mahasiswa

Sebelum tersesat kembali ke habitat semu asli,pesantren,aku pernah merancang rute pendidikanku menuju perguruan tinggi,tujuannya tak lain untuk melebarkan pengetahuan dan informasi dunia luar.
Meski sebelum melanjutkan ke pesantren sekarang aku pernah berkali-kali dibujuk saudara ibuku untuk melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA,aku tetap kukuh pada naluri aneh yg membimbingku kembali ber-thalabul 'ilmi di pesantren.
Kini aku sama sekali tak terbersit sedikit pun untuk mencari gelar yg ''katanya'' bisa buat segala-galanya kala sudah didapat seusai lulus kuliah,
Penyebabnya tidaklah minatku yg menciut kepada dunia luar pesantren yg identik dengan huru-hara dunia plus berita/isu terbaru yg mudah didapatkan,bukan,sama sekali bukan,aku hanya agak kecewa pada orang-orang lingkungan kampus yg sok dan tak peduli dengan kebenaran secuil saja dari orang yg berpendidikan rendah sepertiku.
Dua kali atau mungkin lebih dari berkali-kali aku berdiskusi ringan dengan mereka dan perlu anda ketahui,aku yang santri ini seolah teracuhkan serta dianggap belum mumpuni atau bahasa kasarnya tidak level dg mereka,FB menjadi saksi ''ghaib'' ketidak akuran diriku akan mereka,kaum intelek lancung.
Komentarku tentang status unik yg mengangkat tema perbedaan pun ndilalah menjadi lumbung orang-orang yg ikut komen dibawahku,ironinya mereka tidak mengomentari status,mereka mengomentari komentarku yg dirasa netral,mak bedunduk malah disangkal entah alasan apa yg mendasari mereka.
Aku santri,tidak pernah diajari berdebat dan memegang teguh ajaran islam yg penuh kasih sayang,rahmatan lil 'alamin memilih tidak berdebat dan menggunakan ajian skak mak ''loe mencari ilmu buat apa?'',pertanyaan itu adalah awal untuk memberi pelajaran bagi mereka supaya mau mendengarkan pendapat orang yg secara lahir mungkin berpendidikan rendah.
Tentu saja pertanyaanku itu bukan untuk mereka jawab,cuma pas lagi muntub alias emosi pertanyaan itu keluar,paling greget bila yg mengajak berdebat termasuk manusia berotak batu dan berhati karang,kadang saat pikiran ini lelah aku hanya membalas "setuju alhamdulillah,tidak alhamdulillah".
Hah,sebel banget kalau bertemu dengan mereka difacebook ,dunia maya,maupun didunia nyata,entah sudah berapa kali aku dikacangin,digoblog-goblogi,walau goblog temenan,orang kalau dikatai goblok tetap saja akan merasa sakit hati.
Lewat tulisan ini kuutarakan segala keluh-kesahku tentang mereka,semoga mereka yg jadi generasi penerus bangsa mampu memahami bangsa yg kelak diambil alih oleh para manusia kampus tadi,memahami bangsa kita ini adalah bangsa demokrasi yg berpenduduk heterogen,yg maknanya semoga mereka perlu kaji kembali tanpa melupakan prakteknya.
Maaf buat engkau yg menjadi bagian mereka yg tidak seperti mereka,karena aku sadar,mereka hanya upil garing dari seluruh mahasiswa di seantero nusantara,tulisan ini memang bernada emosi dan sulit diresapi,namun aku yakin mereka yg menjadi bagian mereka yg tidak seperti mereka pasti sanggup mengenali maksud tulisan ini.

26,Mei 2013

Jumat, 15 November 2013

Kacaunya Pendidikanku

Setelah mengukur diri dari riwayat pendidikan ternyata pendidikanku kacau balau,ngga pernah sekolah TK or PAUD langsung masuk SD yg negri.
Sekolah sore pun MDA tak lulus,hanya sampai kelas 3 yg secara keilmuan masih cetek.
Memang sich TPQ saya lulus,tapi ngga ada istimewanya saya sekolah di TPQ.

Lulus SDN,aku malah masuk MTsN,madrasah negri di bawah depag pada saat itu,kan aneh bila SD berkombinasi dengan MTs,lebih pantas bila aku sekolah dasarnya di MI atau sebaliknya bukan?

Selesai MTs,justru ak masuk MA swasta yg punya mapel salaf sekitar 40%,berbeda dengan madrasah tsanawiyyah negri yg segi keagamaannya hanya berkisar 20% saja,tanpa sekolah sore pula.

Bila harus pintar mungkin kepintaranku harus di atas rata-rata karena antara pendidikan umum sama madrasah lumayan seimbang,namun bila di telusuri kembali,riwayat pendidikanku tidak ada yg totalitas alias setengah-setengah,semuanya ngga ada yang fokus.

Ketidakfokusan dalam pendidikan bukankah sangat fatal dan beresiko tak ada yg berhasil,ngglambyar kabeh.

Kekuatan otak manusia seperti aku cukup sulit untuk membagi fokus dan menguasai segalanya,jadi harap maklum bila pendidikan yg berwarna malahan membuat tidak cakap dalam segi manapun. Setelah mengukur diri akan riwayat pendidikan yg kacau,aku merasa kesuksesan dalam hidup sulit diraih.

Bagaimana mungkin orang dengan ilmu setengah-setengah macamku dapat hidup tenang.

Hanya saja kenyataan di lapangan bertolak belakang,tidak sedikit orang beken di negri ini punya riwayat pendidikan yg kacau sepertiku malah lebih kacau dariku.

Keenam presiden kita pun tidak sepenuhnya lulus sarjana,atau berlatar belakang pendidikan fokus nan sukses.

Soeharto lebih masyhur sebagai jendral,pendidikan beliau jarang di ekspos media,entah sekacau apa pendidikan beliau,hanya segelintir orang saja yg tahu.

Gusdur,kita tahu beliau menguasai beberapa fak keilmuan tak terkecuali penguasaan bahasanya,namun siapa yg tahu kalau gusdur pun kacau balau dalam riwayat pendidikan.

Megawati lebih parah lagi,sebagai presiden RI perempuan satu-satunya,tak ada satupun yg bisa di banggakan dari dirinya kecuali nasab,riwayat pendidikan?heeemmmbt,,,,

Soekarno,habiebie,dan SBY boleh menepuk dada soal riwayat pendidikan.Setelah mengukur riwayat pendidikan orang beken di ranah kepresidenan indonesia.

Diteliti lagi ternyata masih banyak juga figure yg sering tampil dimana-mana,tak terkecuali media cetak maupun elektronik,yang punya riwayat pendidikan kacau.

Ahmad dhani misalnya,sebagai musisi papan atas indonesia,dhani yg nyentrik membuktikan, kepiawainnya dalam menciptakan lagu dan mahir segala macam alat musik tak butuh sekolah tinggi-tinggi jurusan seni.

Emha Ainun Nadjib,yg lebih dikenal dengan sebutan cak nun pernah menelan riwayat pendidikan pahit,beliau di DO dari ponpes gontor gara-gara demo.cerita yg sama juga dialami sudjiwo tedjo,di DO dari ITB jurusan MTK dan teknik karena merasa kurang bahagia.

Tokoh terakhir yg kutampilkan adalah KH.Musthofa Bisri yg biasa disapa GusMus,kyai multitalent,walau lulusan Al-Azhar,beliau mengenyam pendidikan umum secara tuntas hanya di SR.

Masih sangat banyak sekali tokoh besar dari riwayat pendidikan kecil,riwayat pendidikan yg acap kali di sepelekan.

Dari mereka-mereka,orang-orang beriwayat pendidikan kacau,aku belajar dan becermin.Tujuannya supaya nasib hidup sebab riwayat pendidikanku yg kacau balau membuat galau,kedepannya tak perlu dikhawatirkan lagi.

Panjang lebar kutuliskan tulisan berbahasa blepotan ini,hanya untuk mengatakan 3 kata inti "PENDIDIKAN BUKANLAH TUHAN".Wallahu A'lam

Jum'at Itu?

Sebagai jum'at yg sering kita dengar,jum'at ternyata bukan nama asli dari jum'at itu sendiri.
Nama asli jum'at adalah jumu'ah seperti yg disebutkan dalam Al-Qur'an surat Jumu'ah.

Jum'at bila ketambahan akhiran -an maka akan bermakna ibadah shalat jum'at berbeda dengan hari lain selain jum'at.

Semua nama hari dalam bahasa arab diibaratkan hitungan 1-7,namun jum'at berhianat karena tidak dinamakan sadis yg artinya enam,urutan yg seharusnya ditempati jum'at.

Masyarakat Tegal,entah diluar Tegal,jum'at yg menjelma menjadi kata jumu'ahan berarti pengajian ibu-ibu yg dilaksanakan di hari yg di sebut dengan jum'at.

Minggu alias ahad dalam kalender ditulis berwarna merah,sedangkan jum'at ditulis hijau,konon katanya warna hijau melambangkan warna surga,ada juga yg berpendapat hijau adalah nama favorit Rosulullah.

Meski mendapat laqab/julukan Sayidul ayyam oleh para 'ulama,hari jum'at pada kenyataannya justru menjadi hari libur bagi banyak lembaga yg beratasnamakan Islam,libur kegiatan yg kadang kali tidak bertentangan asas hari jum'at,misalkan kegiatan belajar-mengajar.

Indonesia,negara yg paling banyak umat muslimnya,meliburkan beberapa pekerjaan nasional pada hari sabtu-ahad yg notabenenya hari kemerdekaan migguan umat yahudi dan nasrani.

Padahal dalam Al-Qur'an,pada hari jum'at/Jumu'ah,segala urusan duniawi wajib libur.

Pada hari jum'at,umat islam yang laki-laki mendapat bonus ibadah istimewa berupa shalat jum'at,namun ada saja umat islam laki-laki yg belum mengerti sepenuhnya,mulai dari tetap menjalankan shalat dhuhur, sampai yg lebih parah lagi,tidak melaksanakan shalat jum'at.

Ketinggalan Zaman

Bagiku,semaju apapun zaman,masih ada hal jadul yang tetap indah dilakukan,seperti halnya:
Menulis di buku tulis.
Membaca buku kertas,
Curhat sama orang terdekat,
Belajar pada guru,
Diskusi sama teman,
Nongkrong di warung.
Tidur beralaskan tikar
Makan pake tangan
BAB di wc nongkrong.
Naik sepeda onthel
Merokok rokok kretek
Mendengarkan radio
Dll

Jumat, 25 Oktober 2013

Indonesia,Negri Penuh Cinta

Lagu-lagu
status-status
dialog-dialog
seminar-seminar
sampai tweets-tweets
hampir semuanya membahas tentang cinta,,,,
begitu melekatnya cinta dalam diri manusia indonesia hingga mereka pada lupa betapa dirinya juga sangat sangat sangat sangat cinta terhadap,korupsi, kerusuhan,pembunuhan,permusuhan,demo,pergaulan bebas,dst,,,
atau mereka hanya ingin mengungkapkan bahwa dirinya rindu cinta hakiki.

Ngga Ada Catatan

  Sampai kapanpun aku ngga bakal membuat catatan,karena aku ngga pengin nyatat juga ngga pengin di catat sebagai orang yg suka mencatat hal-hal yg tidak perlu di catat.
wahai orang yg suka mencatat kesalahan-kesalahan orang lain dan lupa mencatat daftar kejahatan yg telah kamu lakukan bertaubatlah sebelum catatanmu yg ada di malaikat di catat sebagai amal kejelekan di dunia.
wassalam


Selasa, 05 Maret 2013

Mimpi 2 sahabat yang tak pernah bertemu

AQ begitu bersemangatnya,ketika aQ baru saja menemukan sebuah impian.

Aq bersama kawanQ, pernah memekikkan sebuah impian.
Jika suatu saat nanti impianQ dan kawanQ terwujud, kami akan saling memberi tau satu sama lain. Kita akan menunjukan bukti nyata terwujudnya impian Qt.

Entah kapan impianQ dan kawanQ itu terWujud.
Atau malah impian itu gak bakal terwujud.

Hanya waktu yang bisa membuktikannya.

Tapi aQ percaya pasti impian itu akan terwujud.
Tuhan akan mewujudkan impian itu.

Terkadang aQ rindu dengan kawanQ.
Sama halnya dengan aQ, kawanQ juga hidup di perantauan, aQ salut pada kawanQ itu. Dia lebih dewasa dari pada aQ, padahal umurnya 2 tahun d bawah Q.
Dia jauh berpengetahuan luas di bandingkan denganQ. .

AQ ingin segera mewujudkan mimpi itu. .


Kawan. .
Semoga kau disana bisa bertahan, sampai benar" tuntas. Akan aQ doakan dirimu. .
Doakan aQ juga kawan.
Disini aQ sendiri. Disini aQ mengalami hal yang sama dengan kamu kawan. Disini aQ gag betah. AQ butuh kawan seperti mu.
AQ ingin seperti dulu.
Bercanda, saling bertukar pikiran.

Kawan.aQ selalu berdoa Moga impian Qt terwujud.

Ar_fa

Jumat, 22 Februari 2013

Biar nggak Tidur di Kelas

Tidur di kelas??siapa sih yang nggak suka,selain enak,juga bisa sekalian mimpi inda bersama bidadari,hitung-hitung ngilangin BT githu loch.,Tapi kalau tidur di kelas sudah membudaya,urusannya bisa berbe,bisa-bisa kelas bisa berubah menjadi kamr mayat gara-gara penghuninnya tewas (tidur) semua.
Ada 5 solusi yang perlu kamu lakukan untuk mencegah kebiasaan tidur di kelas.
1.Jangan begadang
biasanya anak muda hobby banget ama yang namannya begadang,mungkin lupa pesan bang haji rhoma irama dalam lagunya "begadang jangan begadang kalu tiada artinya begadang boleh saja kalau ada perlunya",malam begadang ,siang pelampiasan alias tidur dimana lagi kalou tidak di kelas.
2.Mengatur pola makan
kekenyangan atau kelaparan saat pelajaran berlangsung atau mungkin terlalu banyak makan makanan pendukung tidur,seperti kangkung,terong wa akhowatuhuma.
3.Hindari kelelahan
sudah telat pagi-pagi lari kayak ngejar maling padahal ngejar gerbang (emangnya gerbang bisa melarikan diri) yang masih terbuka atau sebelum sekolah kamu nganterin adik or cewekmu terlebih dahulu pake becak keliling kudus,nah yang seperti itu kan dapat menyebabkan kelelahan yang berujung ketiduran.
4.Cintai pelajaran n guru
cinta itu bisa ngebuat orang merem,tapi kata-kata itu nggak pas buat kamu percyai,malah seharusnya dengan cinta kamu melek,soalnya anak yang nggak cinta pelajarn or guru tertentu akan cari cara untuk menjauhinnya,entah bolos,tidur,atau yang lainnya.
5.Membawa alat anti tidur
ada satu hal yang perlu diingat "jangan bawa bantal ke sekolah" kalau bawa bantal lamu bakal tergoda untuk tidur.saya sarankan bawa balsem or sambal dan di oleskan ke daerah sekitar mata ketika sudaha ngantuk berat,bisa juga berwudhu.

NB:bila ngantuk ber lanjut hubungi penulis